Dialog Teras Kita: Sistem Transportasi Perkotaan

Dialog Teras Kita: Sistem Transportasi Perkotaan

Featured 0 Comment
Sistem Transportasi Perkotaan

Diskusi “Sistem Transportasi Perkotaan” digelar KOMPAS, Radio Sonora dan PP Kagama. (foto: @SonoraFM92)

Pemerintah harus membenahi prasarana dan sarana transportasi publik kalau ingin mencapai target pertumbuhan ekonomi, nasional maupun daerah. Demikian dikatakan Budi Karya Sumadi, Ketua Harian Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (PP KAGAMA) di sela-sela diskusi “Sistem Transportasi Perkotaan” yang digelar KOMPAS, Radio Sonora dan PP Kagama.

Dikatakannya, dalam hitungan yangg relatif kasar dengan penghematan Rp 120 trilyun dari pengalihan subsidi BBM yang diputuskan Pemerintah November lalu, lanjut Budi Karya Sumadi, terdapat ruang fiskal yang cukup bagi pemerintah, pusat dan daerah, untuk menggenjot pembenahan transportasi publik.

Menurut Budi Karya Sumadi, sudah jadi rahasia umum, bahwa kinerja ekonomi kita saat ini masih jauh dari potensinya salah satunya disebabkan oleh masih belum baiknya sarana prasarana transportasi publik. “Biaya pengangkutan barang dan orang menjadi lebih mahal dan terbatas”, lanjutnya.

PP KAGAMA, lanjutnya, mengapresiasi sikap Pemerintah Pusat, Pemerintah DKI Jakarta dan juga Pemerintah daerah-daerah lain yang saat ini tampak mulai melihat menggeliat dan mengambil tindakan kebijakan yang penting atas urgensi pembenahan transportasi publik ini.

Budi Karya menekankan agar Pemerintah serius menangkap momentum peluang fiskal dan dukungan publik pasca-pengurangan subsidi BBM. Dia mengajak, “Kita jangan menyia-nyiakan kesempatan ini agar kita tidak semakin ketinggalan”.

Transportasi publik, lanjutnya, memiliki keterkaitan strategis dengan sektor-sektor lain. Oleh karenanya dia meminta Pemerintah lebih serius dalam melihat persoalan ini. Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada mengajak seluruh anggotanya yang bekerja di bidang ini, atau terkait dengan bidang ini, dan seluruh komponen bangsa untuk bahu-membahu membantu pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menata dan membangun sarana-prasarana transportasi publik kita.

Sistem Transportasi Perkotaan 2

Banu Astanto, Prof. Danang Parikesit, Prof. Sunyoto Usman, dan Basuki Tjahaya Purnama. (foto: @HeriWiy)

Diskusi menghadirkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama, Prof. Danang Parikesit dari Fakultas Teknik UGM, Prof. Sunyoto Usman dari Fakultas ISIPOL UGM dan dipandu oleh Banu Astanto wartawan senior KOMPAS.

Diskusi ini merupakan awal dari rangakaian diskusi berseri tentang tema-tema penting yang digagas oleh Pengurus Pusat KAGAMA bekerja sama dengan KOMPAS dan Radio Sonora.  Dalam merayakan Dies Natalis Universitas Gadjah Mada, PP Kagama jg menggelar Bluxpit  sepeda Bandung – Yogya yg akan finish Minggu 14 Desember, Niti Laku dari Pagilaran yang merupakan tempat kuliah pertama saat UGM didirikan 1949 ke Kampus UGM Bulaksumur.  Pengurus akan resmi bekerja Minggu 14 Desember saat dilantik di Balairung UGM. [Dayat Laodengkowe]

Author

Leave a comment

Search

Back to Top