Prof. Dr. Teuku Jacob, 6 Desember 1929 – 17 Oktober 2007

Dalam Kenangan 0 Comment

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun.

Telah berpulang Prof. Dr. Teuku Jacob, mantan Rektor UGM (1981-1986).

Semoga Allah SWT menerima amal ibadah beliau, mengampuni, dan memudahkan urusan beliau serta mendapatkan ganti yang lebih baik dari apa-apa yang telah diusahakan beliau.

Prof DR Teuku Jacob Meninggal Dunia

Yogyakarta (ANTARA News) – Guru Besar Emeritus (pensiun) Ilmu Kedokteran dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof DR Teuku Jacob, yang juga antropolog ragawi, meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Sardjito, Yogyakarta, pada Rabu sekira pukul 18.00 WIB.

“Prof Jacob meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif di RS Sardjito karena penyakit liver kronis,” kata Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol UGM, Suryo Baskoro, di Yogyakarta.

Prof Jacob adalah seorang antropolog ragawi UGM yang dikenal dengan penemuannya tentang keberadaan manusia Flores yang kontroversial dan sering menghebohkan kalangan antropolog di seluruh dunia.

“Ia juga dikenal sebagai seorang ilmuwan yang menghasilkan banyak karya tulis, penelitian, buku, artikel, makalah di berbagai jurnal dan surat kabar,” katanya.

Pada tahun 2002, Rektor UGM ke-7 periode 1981-1986 itu juga menerima penghargaan Bintang Mahaputra Nararya dari Presiden Megawati Soekarnoputri.

Sebelum meninggal dunia, ia ditangani secara intensif oleh sepuluh dokter spesialis, antara lain berasal dari dokter ahli pencernaan, jantung, dan saluran kencing.

“Jenazah akan disemayamkan di Balairung UGM pada Kamis pukul 12.00 WIB dan dimakamkan pada pukul 13.00 WIB di makam keluarga UGM Sawitsari,” katanya menambahkan.

Berikut ini ringkasan biodata Prof DR Teuku Jacob:

Nama: Teuku Jacob

Lahir: Peureulak, Aceh Timur, 6 Desember 1929

Pendidikan: SD, Langsa (1943); SMP, Kutaraja (1946); SMA, Kutaraja (1949);
Fakultas Kedokteran UGM, Yogyakarta (1956); Universitas Amerika,
Washington DC, AS (1960); Rijksuniversiteit, Negeri Belanda (Doktor,
1967)

Pekerjaan: Asisten Ahli Antropologi UGM (1954-1963); Lektor Muda, kemudian Lektor
Kepala Antropologi UGM (1963-1971); Asisten Anatomi Universitas Amerika,
Washington DC (1959- 1960); Guru Besar Tamu Paleontologi, Manusia, San
Diego (1968); Guru Besar Antropologi UGM hingga Emeritus (1971-2007);
Sekretaris Fakultas Kedokteran UGM (1973-1975); Ketua Bidang Ilmu
Kedokteran Lembaga Pendidikan Doktor UGM; Anggota Komisi Kerja Senat UGM;
Rektor UGM (1982-1986).

sumber: http://www.antara.co.id/arc/2007/10/17/prof-dr-teuku-jacob-meninggal-dunia/

Ilmuwan Besar Prof Dr Teuku Jacob Meninggal Dunia di Yogyakarta

Yogyakarta, Kompas – Ilmuwan besar dan mantan Rektor Universitas Gadjah Mada Profesor Dr Teuku Jacob meninggal dunia, Rabu (17/10) pukul 17.45 di Rumah Sakit Dr Sardjito Yogyakarta. Ahli paleoantropologi dan antropolog ragawi ini meninggal dunia dalam usia 77 tahun karena sakit liver.

Profesor Jacob sempat dirawat selama 12 hari di Ruang Isolasi ICCU RS Dr Sardjito. “Penyakit liver tersebut sudah lama diidap dan semakin parah karena usia yang sudah menua,” ujar Kepala Humas RS Dr Sardjito, Trisno Heru Nugroho. Pada pukul 15.00, tekanan darahnya terus melemah dan denyut nadi sudah tidak teraba. Kondisi makin buruk karena kemudian terjadi perdarahan.

Selama dirawat, Profesor Jacob mendapat pengawasan intensif dari 10 dokter spesialis. Mereka antara lain dokter ahli gastroentrologi atau ahli pencernaan, ahli jantung, serta ahli saluran kencing. “Kondisi penyakitnya memang mengkhawatirkan sejak awal masuk rumah sakit,” ujar Trisno Heru Nugroho.

Rencananya, menurut Kepala Humas UGM Suryo Baskoro, jenazah dimakamkan pada Kamis (18/10). Sebelumnya, jenazah disemayamkan di rumah duka di Jalan Bulaksumur A 14, Yogyakarta. Penghormatan terakhir juga akan dilaksanakan di Balairung UGM.

Profesor Jacob sempat memangku jabatan sebagai Rektor UGM selama empat tahun sejak 1982. Seusai menjabat rektor, pria kelahiran Aceh Timur, 6 Desember 1929, ini lebih berkonsentrasi sebagai ahli fosil.

Guru besar antropologi ini merupakan ilmuwan yang terus memperjuangkan penemuannya bahwa fosil di Flores bukan spesies baru, tetapi bagian salah satu dari subspesies Homo sapiens dengan ras Austrolomelanesid.

Rektor UGM Prof Sudjarwadi menuturkan, Prof Jacob merupakan sosok ilmuwan bidang paleoantropologi profesional dan tangguh. Nama Prof Jacob tak asing di dunia ilmu paleoantropologi internasional.

Prof Etty Indriati, Kepala Laboratorium Bio-Paleoantropologi UGM yang menggantikan Jacob mengungkapkan, almarhum berjasa besar mengembangkan ilmu antropologi dan cabang-cabangnya, khususnya bidang antropologi ragawi. “Spirit Prof Jacob itu sangat besar dan tak pernah padam untuk terus bekerja dan mengabdi pada ilmu pengetahuan sampai akhir hayatnya,” ujarnya.

“Pithecantropus”

Di forum internasional, Teuku Jacob dikenal sebagai ilmuwan andal dan kukuh prinsipnya. Atas jasa Prof Dr Teuku Jacob inilah, fosil kunci manusia Jawa pithecantropus erectus yang pernah ditemukan, lalu diperdagangkan, akhirnya bisa dibawa pulang ke Indonesia. Dalam kasus lahan minyak di Celah Timor, Jacob ngotot agar Pemerintah Indonesia berani menyatakan hak atas kawasan itu. Ia pula yang tegas menolak klaim spesies baru oleh sekumpulan antropolog muda Australia atas fosil manusia kerdil Flores itu. (WKM/RWN/HRD)

sumber: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0710/18/humaniora/3929296.htm

Author

Leave a comment

Search

Back to Top