Purwadi Resmi Daftar sebagai Calon Rektor UGM

UGM Kini 5 Comments

sumber: Radar Jogja

JOGJA – Proses pendaftaran (penjaringan) bakal calon (balon) Rektor UGM akan berakhir 12 April nanti. Tapi hingga kemarin baru satu balon yang mendaftar, yakni dosen di Fakultas Filsafat Dr Purwadi MHum. Calon-calon yang lain diperkirakan baru akan mendaftar menjelang hari terakhir. Namun, sesuai ketentuan Panitia Pemilihan Rektor UGM 2007-2012, bila bakal calon kurang dari lima orang, maka akan dibuka pendaftaran tahap kedua, 14-18 April.

Purwadi kemarin menjadi balon pertama yang telah menyerahkan berkas-berkas pendaftaran ke Sekretariat Majelis Wali Amanat (MWA) di Gedung Pusat UGM. Didampingi puluhan simpatisan dan tim suksesnya, Rektor Isbuja (Institut Budaya Jawa) ini menyerahkan semua berkas, formulir kesediaan, daftar riwayat hidup, surat keterangan sehat dari dokter, pas foto dan foto kopi KTP.

“Berkas ini saya terima dan nanti kami teruskan ke MWA,” ujar staf sekretariat MWA Nur Sulistyo yang menerima berkas. Selama menunggu proses, pria yang dinobatkan sebagai penulis terproduktif tahun 2006 oleh Yayasan Produktifitas Nasional ini tak henti-hentinya berdoa. Entah doa apa yang dia lafalkan. Nampaknya, ia memang benar-benar serius dengan langkahnya ini. Maju bersaing dengan calon lain berebut kursi rektor di universitas yang sekarang dipimpin Prof Dr Sofian Effendi ini.

Sebelum mendaftar, disertai puluhan simpatisannya, pria kelahiran Nganjuk (Jawa Timur) 16 September 1971 ini sempat melakukan aksi dan persiapan di Bunderan UGM. Ia sempat naik becak keliling boulevard dan menyapa belasan wartawan yang berkumpul di lokasi itu.

Di tempat ini, secara bergantian para pendukung setianya menyatakan visi dan misinya. Juga pembacaan Serat Wulangreh dan doa, sebelum akhirnya berjalan menuju Gedung Pusat UGM. Selama pelaksanaan itu, semua peserta aksi terlihat santai. Tawa lepas kerap muncul di tengah aksi ini. Demikian juga saat berjalan sepanjang boulevard sampai Balairung.

“Saya berjanji menolak untuk digaji jika menjadi rektor nanti,” kata Purwadi yang kemarin mengenakan jas lengkap yang ia pakai saat ujian doktornya dulu, plus kopiah yang terlihat sudah lusuh.

Ia menyerukan Tripura (Tri Pendidikan untuk Rakyat) Gadjah Mada. Yakni, mengembalikan UGM menjadi kampus re-publik. Re, kembali dan publik umum. Artinya, universitas yang kembali ke publik. UGM sebagai pengejawantahan sumpah Palapa Gadjah Mada dengan cara mendidik semua warga tanpa ada pembedaan. Serta UGM sebagai perwujudan Majapahit yang mengutamakan kebangsaan.

“Konsep saya adalah UGM plus. Sekarang sudah baik, ke depan harus lebih baik lagi,” kata dia yang menulis pekerjaan sebagai serabutan (blantik, bakulan) dalam riwayat hidupnya ini.

Selain mewujudkan pendidikan gratis bagi anak bangsa yang diseleksi berdasarkan kecerdasan dan kepribadiannya, Purwadi yang hanya butuh waktu 1,5 tahun untuk menuntaskan gelar S3-nya itu juga ingin mewujudkan konsep PRD (produktif, rekreatif dan dedaktif) serta STM (senang, terhormat dan makmur).

Bagaimana dengan persyaratan ke-10 yang menyatakan bahwa calon harus menduduki jabatan pimpinan di lingkungan PT atau jabatan yang setara minimal tiga tahun itu? Soal ini, ia menyatakan bahwa perannya sebagai Rektor Isbuja selama lima tahun adalah buktinya.

“Kalau soal nasionalisme UGM saya, selama 17 tahun studi mulai S1, S2, dan S3 saya di UGM adalah buktinya,” kata Purwadi yang baru saja mendapatkan sertifikat/piagam dari Mahkamah Konstitusi (MK) yang ditandatangi ketuanya Jimly Asshidiqqi, lantaran dia menerjemahkan UUD 1945 yang sudah diamandemen ke dalam bahasa Jawa dan akhirnya dikenal dengan UUD 45 Gagrak Anyar itu.

Saat punya tekad bulat maju ke ajang pemilihan rektor ini, ia membekali diri dengan semangat yang terkandung dalam Serat Wulangreh karangan Paku Buwono IV. Dalam serat ini dinyatakan, untuk menjadi seorang guru (rektor, pemimpin) yang baik harus memenuhi beberapa kualifikasi. Yakni, manusia yang sudah punya karya nyata, orang yang baik budi pekertinya, tahu hukum dan rajin beribadah. (din)

Author

5 Comments

  1. mas ipin Friday, 13 April 2007 at 12:41 wib

    setuju dengan pak pur,
    maju terus pak pur!!!

    saya mendukung anda

    ipin-teknik ugm

  2. Hari sakti Wednesday, 23 May 2007 at 10:12 wib

    He…he…he
    Aku sangat mendukung GUS PUR mencalonkan diri menjadi rektor UGM. Aku merindukan UGM yang merakya dan bukan kampus utnuk orang2 berpunya saja. Dan teladannya adalah sang rektor, GUS PUR, yang sangat bersahaja.
    Oke, maju terus, Gus…

    Hari Sakti
    BBPMSOH, Bogor

  3. danang Monday, 22 March 2010 at 13:08 wib

    Mugi katur: Pak Purwadi.
    mugi kedugen ingkang dados panjongko panjenengan, dados pengayom tumprap tiyang katah.

  4. prastijono Friday, 27 August 2010 at 14:58 wib

    maju terus mas pur pantang mundur………jagalah pendidikan bangsa ini

  5. edi sucipto Friday, 18 February 2011 at 15:16 wib

    sangat mendukung gus pur jd rektor UGM, masih inget gus watu nang Asrama cemara lima UGM.

Leave a comment

Back to Top