Reportase dan Foto Syawalan 2007

Dukungan 0 Comment

Reportase dan foto-foto dibuat oleh Abid.

[salbum=1,n,y,clear]

Gerimis jatuh membasahi halaman menara Rajawali Nusindo (RNI) di kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan sore itu. Namun ia tak menyurutkan kedatangan alumni UGM di Jakarta. Hampir 100-an orang bekas mahasiswa UGM yang kini telah jadi ”orang” memenuhi auditorium RNI 2 November 2007 lalu dalam rangka syawalan Forum Muda Kagama. Acara ini sekaligus sebagai momentum mengenang Prof. Teuku Jacob, MS.MD. mantan rektor UGM yang berpulang beberapa saat lalu.

Sebenarnya ironis, ketika acara syawalan yang seharusnya bergembira harus diselingi acara mengenang kepergian tokoh panutan UGM ini. ”Saya kira tidak apa-apa, karena yang penting adalah penghargaan kita kepada guru besar yang telah berjasa banyak kepada UGM”, kata M Thoriq saat memberikan pesan kenangannya. ”Suasana ini hampir sama dengan tahun lalu, dimana kita saat itu juga mengenang kepergian Prof. Riswanda Imawan. Memang untuk Prof. Riswanda dari sisi umur masih dekat atau hampir sama dengan kita,” lanjut Thariq.

Hal senada juga diungkapkan Nirwan A Arsuka, alumnus Teknik Nuklir UGM yang kini jadi kurator Bentara Budaya Jakarta. Menurutnya, Pak Jacob, adalah rektor yang humanis, penganjur perdamaian, dan pakar Paleoantropologi yang diakui oleh dunia internasional. Idenya visioner. Pendiriannya sangat kukuh. Ketika ada penemuan fosil manusia kerdil di Flores dan diakui dunia internasional sebagai spesies baru, Pak Jacob tidak mengakuinya, dan menyatakan bahwa , Fosil “manusia Flores” yang ditemukan di Liang Bua, Flores, Nusa Tenggara Timur salah satu saja dari subspesies Homo sapiens dengan ras Austrolomelanesid. Nirwan yang memang diminta panitia untuk memberikan kesan utama tentang Pak Jacob juga mengakui, Pak Jacob rektor yang hebat. ”Di masa kepemimpinan Pak Jacob-lah UGM berhasil menghasilkan doktor paling banyak,” kenang Nirwan. ”Pak Jacob adalah ilmuwan sekelas Soedjatmoko”, tambah Nirwan.

Meski pada awal acara terkesan serius, namun akhirnya cair juga. Apalagi acara ini dihadiri oleh alumni-alumni UGM yang akhir-akhir ini banyak jadi sorotan publik. Misalnya saja acara jadi ajang tukar informasi perihal politik mutakhir. Ketika anggota DPR dari fraksi PDIP Ganjar Pranowo yang alumni UGM tampil, ada informasi ternyata ia menjadi anggota pansus amandemen undang-undang tentang susduk, yang saat ini sedang digodok di DPR. Juga kehadiran Siti Nuryanti, anggota KPU yang akhir-akhir ini jadi sorotan publik. Atau misalnya hadirnya Anies Rasyid Baswedan, Ph.D., rektor Universitas Paramadina Mulya yang beberapa saat lalu ikut dalam deklarasi kaum muda yang kemudian jadi polemik publik Indonesia terkait dengan regenerasi kepemimpinan.

Di tengah acara panitia membuat selingan quiz yang dijawab beramai-ramai oleh seluruh alumni yang hadir. Panitia minta hadirin untuk menjawab benar atau salah beberapa pernyataan. Diantaranya adalah alumni UGM tidak bisa bahasa Inggris. Kontan saja mengundang tawa hadirin. Kemudian pernyataan berikutnya adalah bahwa alumni UGM tidak bisa ”nyopir” mobil. Ada enam pernyataan yang intinya mengingatkan kelemahan masal alumni UGM. Kelemahan itu sejak dulu kala telah menjadi rahasia umum, dan menjadi cibiran antar alumni berbagai perguruan tinggi. Ternyata kelemahan alumni UGM tetap saja sama dari masa ke masa.

Acara diakhiri dengan hiburan nyanyi. Beberapa alumni sempat menyumbangkan suaranya. Pertemuan alumni UGM sebenarnya tetap menjadi trend yang menarik. Contohnya, sebelumnya Forum Kagama Muda juga sempat menyelenggarakan acara buka bersama di kampus Universitas Paramadina Mulya. Kemudian di unit-unit yang lebih kecil, misalnya juga alumni pegiat pers mahasiswa UGM sempat menyelenggarakan buka bersama di Flora Kafe Pancoran Jakarta Selatan. Beberapa alumni fakultas, jurusan, atau unit kegiatan lain pasti juga sering mengadakan acara pertemuan. Kalau acara seperti ini bisa dikoordinasi, paling tidak dalam hal informasi saja, pasti akan menjadi aset berharga bagi Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama). Itulah harapan Hikmat Hardono, Megandaru, dan Bustom yang menjadi panitia inti acara ini. Mereka mengakui acara ini berhasil.[Abid]

Author

Leave a comment

Search

Back to Top